Mengawali pembahasan dalam edisi kedua ini, Yayuk Kusumawati membahas mengenai representasi hukum dalam merekayasa. Representasi hukum bisa dari berbagai aspek, melalui pembahasan Rafik Patrajaya, tentang hak dalam perspektif kajian undang-undang mengenai hukum keluarga, dimana menjabarkan bagaimana penjaminan hak istri serta hak anak. Persoalan mengenai hak dan kewajiban dalam perkawinan berkaitan erat dengan persoalan gender, hal ini dipertegas oleh Nur Adilah Mahyadin dalam pembahasan mengenai pendekatan gender dalam studi Islam. Mengenai perkawinan dikuatkan lagi oleh kajian dari Muhammad Ilham yang menitikberatkan mengenai konteks perkawinan sirri yang marak diperdebatkan. Selain itu kajian ini dipertegas lagi oleh Armawansyah, yang mengkaji hal yang sama namun menitikberatkan pada konteks akibat hukum baik itu perspektif Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 serta kajian Hukum Islam, apalagi pernikahan berhubungan erat pula mengenai persoalan waris, hal ini dikaji lagi oleh Nuzha, yang mana mengenai persoalan hutang dalam konsep waris, serta perspektif wasiat wajibah. Selanjutnya dalam kajian lain yang ditulis oleh Muhammad Yunan Putra, mengenai epistemologis dalam pembentukan prinsip-prinsip hukum Islam. Selain persoalan keperdataan, terdapat kajian lain yang mengenai persoalan kepidanaan (jinayah) yang diangkat oleh Syarif Hidayatullah, dimana mengkaji tentang eksistensi hukum pidana Islam dalam sebagai salah satu sumber rujukan hukum dalam konteks pidana dan perkembangan serta kedudukan hukum pidana Islam sebagai rujukan dalam pembentukan hukum pidana di Indonesia.
Published: 2017-10-06