EKSISTENSI KUTTAB DAN MASJID SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN PADA MASA PERTUMBUHAN ISLAM

  • Fathurrahman Fathurrahman Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima
Keywords: halaqa, syair arab, qur’an hadits, murid, syaikh

Abstract

Al-islamu sohihun likulli zaman wal makan adalah ungkapan yang menunjukkan bahwa Islam memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai tempat dan situasi yang ada. Kuttab sebagai salah salah lembaga pendidikan pra Islam merupakan salah satu bentuk adaptasi dan modifikasi umat Islam terhadap warisan lama. Di tangan umat Islamlah kemudian kuttab mengalami perkembangan signifikan sebagai lembaga pendidikan yang terhormat dan bermartabat. Universalitas islam juga di tunjukkan melalui pengajar kuttab yang non muslim, tanpa mencampuri kesakralan pengajaran agama yang merupakan bagian penting  dari pribumisasi islam dalam lembaga kuttab. Di samping mengadopsi lembaga pra Islam, keberadaan masjid sebagai bentuk asli dari lembaga pendidikan Islam awal merupakan cikal bakal dari munculnya lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya. Sebagai lembaga pendidikan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Namun juga menjalani fungsi social, politik, ekonomi dan budaya. Dalam perkembangan sejarah pendidikan Islam, modernisasi system pendidikan kuttab dan masjid inilah yang memunculkan munculnya lembaga-lembaga baru dalam pendidikan Islam.

Published
2018-05-04
Section
Jurnal