Current Issue

Vol 2 No 1 (2019): Juni

Mengawali kajian jurnal ini, oleh Husnatul Mahmudah mengkaji berkaitan dengan filantropi  Islam dalam mengatasi permasalahan kemiskinan bermuara yang mana filantropi Islam berperan penting dalam upaya pengetasan kemiskinan dengan optimalisasi lembaga keuangan Islam seperti ZIS dan praktek wakaf. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Feri Irawan yang berkaitan dengan efek multiplier wakaf uang dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia, hasil penelitian menunjukan bahwa wakaf berperan dalam mengatasi kemiskinan karena wakaf adalah perbuatan yang bermanfaat bagi kepentingan umum. Dalam kajian lain dari Sri Wahyunti menunjukkan peran pajak yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan umum, karena pajak memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi daerah melalui kontribusi pajak terhadap PAD. Hasil penelitian yang dilakukan Muhammad Suhri yang mengkaji bagaimana bisnis e-commerce sebagai bagian dari revolusi industri bersinergi dengan Islam yang diimplementasikan dalam bentuk perencanaan keuangan Islam secara sederhana oleh ibu rumah tangga dalam bisnis e-commerce pada pengguna online shop. selain itu penelitian lain yang dilakukan Dian Pertiwi mengkaji uang dan konsep time value of money dalam pandangan Islam. Penelitian Jumarni mencoba mencari faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi penggunaan jasa sebuah bank. Lokasi penelitian dilakukan pada Bank Muamalat Capem Bone. Penelitian yang dilakukan oleh M. Rofik dan Syaiful Anwar menganalisis konvergensi pada empat kabupaten di Pulau Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan pada empat kabupaten di Pulau Madura dengan dilandasi PDRB.

Published: 2019-06-12
View All Issues

J-ESA terbit 2 kali setahun pada bulan Juni – Desember oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Muhammadiyah Bima.  J-ESA berkomitmen untuk menerbitkan artikel dengan tujuan untuk memberikan update yang berhubungan dengan isu-isu terbaru. Fokusan terbitan J-ESA tentang: 1) Perbankan Syariah; 2) Pasar Modal Syariah, dan 3) Industri Keuangan Non Bank Syariah.